Mak Erot membaca di sebuah website bahwa pada bulan desember sebuah peusahaan handpone akan meluncurkan produk termuktahir. HP yang akan diluncurkan akan memiliki beberapa fitur yang belum pernah ada pada produk-produk lain sebelumnya diantaranya HP tersebut sudah mendukung koneksi 10G dengan kamera 50MP serta kecepatan transfer data 100GB/s. Setelah melakukan analisis yang mendalam sampai lupa mandi dan tidur mak Erot memutuskan untuk membeli kontrak CALL option saham perusahaan tersebut dengan harapan bahwa harga saham akan meningkat drastis karena produk baru yang akan diluncurkan akan diserbu oleh pasar. Harga saham perusahaan HP tersebut sekarang pada bulan November sebesar US$25. Mak Erot membeli 2 kontrak CALL seharga US$2 dengan harga kesepakatan hak beli saham US$30. Ternyata dugaan Mak Erot salah, karena website yang dibaca Mak Erot adalah website gadungan alias palsu karena dibuat oleh orang iseng. Harga saham perusahaan HP tersebut malah mengalami penurunan mencapai US$20 dengan harga kontrak CALL menjadi US$1. Nah apa yang harus dilakukan Mak Erot untuk meminimalkan kerugian, menutup posisi atau membiarkan kontrak CALL menjadi daluarsa pada bulan januari?
Jawab!
Dik:
HSaw (Harga Saham Awal) = US$25
Paw (Premi Awal) =US$2
S (Harga Strike) = US$30
Jk (Jumlah Kontrak)= 2 kontrak CALL
HSak (Harga Saham Akhir) = US$20
Pak (Premi Akhir) = US$1
jika menutup posisi maka:
Pak-Paw = US$1-US$2 = US$-1
2 kontrak = 200
jadi 200 x US$-1 = US$-200
jika membiarkan daluarsa
Paw = US$2
2 kontrak = 200
jadi 200 x US$2 = US$400
kesimpulan untuk meminimalkan kerugian Mak Erot mending menjual kembali 2 kontrak CALL yang dibelinya.
Kembali Ke Menu
Kembali Ke Menu
